Capital Market For All


everybody can learn easily™


Web This Blog

Masih Cerita Tentang Saham

Abdalloh |

Seperti telah disebutkan di blog sebelumnya, bahwa untuk melakukan transaksi saham yang harus didatangi adalah perusahaan efek bukan BEI maupun Bank. Meskipun tidak semudah transaksi reksadana yang bisa dilakukan via bank, tetapi sebenarnya transaksi saham juga saat ini sudah lebih mudah dibandingkan dengan sebelumnya. Loh kok bisa ? yap, karena saat ini kepemilikan saham sudah dalam bentuk kode account bukan lagi lembaran saham atau bahasa kerennya sih sekarang sudah scriptless. Jadi sudah kayak buka tabungan di bank kok.

Begitu kita memutuskan untuk berinvestasi di saham, terus kita tinggal datang saja ke perusahaan efek untuk buka rekening dengan menyetorkan saldo tertentu. Nanti setelah mengisi form yang sudah disiapkan, maka otomatis kita akan diberikan rekening efek atas nama kita di perusahaan efek tersebut. Nah, rekening kita akan langsung di catat di KSEI sebagai investor.

Besaran saldo yang harus kita setor nilainya adalah relatif, sangat tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan efek. Yang jelas saldo tersebut yang nantinya akan dijadikan sebagai dana untuk melakukan jual beli saham. Bedanya dengan tabungan, saldo yang ada di rekening efek bisa berkurang malah bisa sampai habis. Loh kok bisa ? karena tergantung dari apakah hasil investasi kita untung atau rugi.

Biar gampang, kita lihat contoh deh untuk melihat mekanisme jual beli saham yah.
misalnya kita buka rekening efek dengan saldo 50.000.000,00
terus kita beli saham TLKM sebanyak 10 lot (= 10 x 500 lembar saham = 5000 saham)
harga saham TLKM Rp 1.000,00
maka uang yang dikeluarkan Rp 5.000.000,00
Artinya saldo dana kita akan berkurang menjadi Rp 45.000.000,00
tetapi kita menjadi memiliki saham TLKM sebanyak 10 lot.

Terus, kita memutuskan untuk menjual seluruh saham tersebut pada saat harganya Rp 2.000.00. Artinya, dana yang akan kita terima dari penjualan tersebut sebanyak Rp 10.000.000,00 sehingga otomatis akan menambah saldo uang kita menjadi Rp 55.000.000,00. Tetapi saldo saham kita jadi habis kan.

Nah, itu adalah contoh bahwa investasi kita untung, terus kalau seandainya investasi kita rugi ? yaah tinggal di balik aja ilustrasi diatas dengan kondisi kita jual sahamnya pada saat harga saham di bawah Rp 1.000,00.

Yang perlu diketahui juga bahwa keluar masuknya uang dan saham hasil transaksi saham tidak real time, sekarang jual atau beli saham sekarang juga uangnya masuk atau sahamnya kita terima. Untuk saat ini, BEI baru menerapkan T+3 untuk transaksi saham. Loh maksudnya apa tuh ? artinya kalau kita menjual saham maka uangnya baru kita terima 3 hari kemudian, demikian juga kalau kita membeli saham.

Ok, cerita tentang saham masih bakal lanjut nih, soalnya masih banyak detil yang perlu diketahui sebelum kita mulai memutuskan untuk investasi di saham. Jadi, jangan lupa untuk terus ikuti blog ini.

Labels:

| links to this post |

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

Home

Disclaimer

Isi dari blog ini murni karya cipta abdalloh sebagai pribadi tidak ada hubungannya dengan tempat dimana abdalloh bekerja. Diperbolehkan untuk mengambil sebagian maupun sebanyak yang diinginkan dari isi blog ini tetapi harap mencantumkan sumbernya.

About This Blog

Cerita mengenai pasar modal untuk mereka yang sama sekali belum mengenal pasar modal. Disajikan dalam bentuk yang sederhana dengan uraian yang mudah-mudahan dapat di mengerti.

Search

Wikipedia Search


Investopedia Search


Previous Posts

Powered by Blogger blogger templates
Powered by FeedBurner Add to Google Reader or Homepage

Categories

My Links