Tips 2: Don't Be Greedy !
Abdalloh | April 22, 2008
Sebelum cerita mengenai tips 2 ini saya lanjutkan, saya mau minta maaf karena lag antara posting terakhir dengan ini cukup lama. Bukan karena tidak mau posting tetapi karena kesibukan saya di posisi baru yang sangat menghabiskan waktu.Ok, mari kita lanjutkan cerita ini. Don't be greedy ! ini tips mudah diucapkan tetapi sangat sulit diterapkan, apalagi kalau berhubungan dengan masalah materi. Kok bisa ? karena berbenturan dengan sifat dasar manusia. Apa sih maksudnya ? Pada dasarnya manusia itu serakah loh, sejarah membuktikan, bahkan sejak kisah Nabi Adam mulai turun ke bumi. Nah, karena serakah itu naluri setiap manusia maka akan sangat sulit untuk menahannya. Padahal tips kedua ini jelas-jelas menyebutkan bahwa serakah sangat dilarang pada saat investasi di pasar modal (bahkan pada saat investasi dimanapun).
Masih ngga ngerti nih kenapa ngga boleh serakah! secara definisi sederhana serakah itu bisa dikatakan sebagai rasa tidak puas dengan apa yang sudah diperoleh dan selalu ingin memperoleh lebih. Dalam konteks investasi, bisa dikatakan bahwa seorang investor itu serakah apabila dia mengabaikan return yang sudah jelas akan diperoleh dengan berusaha untuk memperoleh return yang lebih tinggi. Masih bingung kan, kita lihat ilustrasinya deh,
A beli saham TLKM pada Rp 1.000,00, pada suatu hari saham TLKM naik menjadi 1.500,00, berdasarkan hasil perhitungan pada harga tersebut saat yang tepat untuk jual, tetapi si A masih berharap besok bakal naik dan berharap akan mendapat return yang lebih tinggi sehingga mengabaikan perhitungan tersebut. Eh, ternyata malah harganya turun ke Rp 1.200,00. Si A ngomel-ngomel tetapi tidak mau jual juga karena dia berfikir masih bakal naik ke 1.500,00 esok harinya. Ternyata, besoknya malah terjun bebas ke Rp 950,00.
Nah, apa yang dilakukan si A itu sudah termasuk dalam kategori serakah. Sangat alamiah kan. Terus gimana cara nge-rem sifat serakah tersebut ? Yang jelas kita harus menjadi investor yang teredukasi karena dengan demikian kita bisa menghitung kira-kira pada posisi return atau loss berapa kita harus menjual investasi kita. Gimana ? susah kan ....
Labels: general
alin rachmawati,
|
links to this post
|
- at 14.5.08 | alin rachmawati said:
-
kerja di pasar modal sering berpikir bahwa orang2 masih menganggap karunia Tuhan itu matematis...
ada quote bagus :
Aku tahu , bagian rizkiku tak mungkin diambil orang lain
Karenanya, hatiku tenang
Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain
Maka aku sibukkan diriku untuk beramal
Aku tahu, Tuhan selalu melihatku
Karenanya, aku malu bila Tuhan mendapatiku melakukan maksiat (perbuatan dosa)
Aku tahu, kematian menantiku
Maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Tuhan ku.
( Hasan Basri , Sufi )
Disclaimer
Isi dari blog ini murni karya cipta abdalloh sebagai pribadi tidak ada hubungannya dengan tempat dimana abdalloh bekerja. Diperbolehkan untuk mengambil sebagian maupun sebanyak yang diinginkan dari isi blog ini tetapi harap mencantumkan sumbernya.
About This Blog
Cerita mengenai pasar modal untuk mereka yang sama sekali belum mengenal pasar modal. Disajikan dalam bentuk yang sederhana dengan uraian yang mudah-mudahan dapat di mengerti.


